reading book target

Inilah salah satu keistimewaan lab kami, crystallography. Kami tahu bahwa crystallography adalah cabang ilmu baru, sebenarnya gak baru juga sih… tapi di dunia lagi nge-trend aja. Banyak paper dengan impact factor tinggi yang mempublish functional structure dari crystallography. Karena aplikasinya, bukan hanya kita bisa mengetahui struktur kimia dari protein, RNA, bahkan DNA… tapi kita juga bisa mendesain obat dari belajar struktur kimia! Dan tidak semua orang mendalami teori crystallography. Saya saja baru tau ada crystallography sekolah phD di Japan. That’s why, sensei provides us a class to us, for learning crystallography.

Tahun lalu, ketika saya aktif mengikuti nihonggo jugyou (=japanese class) saya mengikuti kelas crystallography ini. Karena hanya ini yang bisa saya lakukan untuk join dalam aktifitas lab. Bahkan dulu, saking aktifnya mengikuti japanese class (senin-jumat, dari pagi sampe sore), sampai-sampai lab meeting pun saya tidak bisa ikut.

Tapi tahun ini, sensei tidak melihat saya mengikuti kelas ini lagi. Saya pikir sih, tidak akan ada apa-apa, toh ini juga kelasnya dalam bahasa Jepang. Saya juga sebenarnya tidak paham juga apa yang mereka bicarakan, haha. Bayangkan, membicarakan equation yang ada cartesian coordinate system…dalam bahasa Jepang…hahaha, ridiculous. Boro-boro pake bahasa Jepang, pake english aja butuh konsentrasi tinggi untuk paham. Jadi saya memutuskan untuk berhenti dari kelas crystallography, toh saya bisa baca bukunya sendiri. Kan kalo saya gak ngerti saya bisa tanya sensei atau tanya senior yang lain.

Dan… kemarin, ketika saya bertemu dengan sensei di acara welcome party orang lab, sensei jadi bilang gini, “Kamu kok gak ikut kelas crystallography lagi? Gimana kalo mulai semester ini kamu ikut lagi, dan kamu kebagian membahas bab terakhir?”

Heh?

Lalu saya tanya, “Dalam bahasa Jepang atau english?”

“Dochidemo iiyou.” (=apa pun itu gapapa).

Hohoho. Itu artinya, sebisa mungkin saya mencoba dalam bahasa Jepang dulu… baru kalo menyerah baru dalam english. Jadi ini ceritanya ada text book crystallography, setiap minggu kami membahas beberapa lembar halaman per-anak. Karena mereka semua adalah japanese (hanya saya yang jadi foreigner), dan text book-nya dalam bentuk english, makanya mereka translate dalam bentuk japanese. Lalu dibahas di kelas tersebut pake japanese. Dan saya? Masak saya harus menjelaskan dalam bentuk japanese? come on….

Setelah saya dikasih jadwal, saya pun dikasih bab yang akan saya bahas. Tentang Patterson map. Ini adalah case dalam crystallography yang unusual. Jadi dulu Rosalind Franklin, untuk menemukan struktur DNA menggunakan patterson map juga. Saya dulu juga sempat tertarik dengan patterson map, dan sempat bertanya ke sensei tentang beberapa equation di patterson map. Kenapa saya berjodoh dengan patterson map? Haha. Karena ini adalah alternative method dalam crystallography, makanya saya harus belajar usual methodnya. Hohoho.

Dan saya bertanya pada junior saya, “Buku apa yang dipake? Apa bukunya Bernhard rupp yang Biomolecular Crystallography?”

Junior saya pun menjawab. “Bukan. Tapi judulnya : Introduction to Macromolecular Crystallography”

Glek. Waduh, beli buku lagi dong…

20131012-170112.jpg

Dan saya pun segera order di amazon jp, datangnya masih bulan depaaaan. Akhirnya dengan terpaksa, “Sensei, boleh pinjam bukunya? Buku saya masih datang bulan depan, saya sudah pesan di amazon.”

“Oh, belum punya kamu? Ya uda, sementara pake bukuku dulu.”

“Kapan sensei dipake-nya?”

“Kalo ada rindoku aja.”

Rindoku adalah istilah untuk kelas crystallography itu maksudnya.

~ Adrianna

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s