Movie thought

I like movie. But I’m not a movie freak. Ok, sometimes I am a movie freak. Tapi saya tidak membabi buta, saya masih pemilih. Saya masih tau akan batasan-batasannya, dan level movie freak saya, tidak mencapai ‘otaku’. But someone just called himself, movie-otaku.
Yeah, you know him… siapa lagi kalau bukan mr.vampire.

Beberapa waktu lalu, dia dan saya menonton film yang sama di bioskop dekat area rumah kami. Maksudnya menonton film yang sama, di waktu yang berbeda of course. Kami suka film, dan tentu saja kami jadi komentator movie partner di lab, haha. Kami menonton Pasific Rim dan Star treak baru, yang Into the darkness.

Ok, let I share you what we were talking about. Pertama soal Pacific Rim. Film ini, sooo cliche. Robot melawan monster. And soo ultraman. Dia komen, kayak film anak kecil, tapi bagus. Logic, the real science-fiction. Menyatukan engineering, biology, meta-physic. Dan culture. Balance. Makanya kami setuju, film ini bagus. Dia malah punya rencana beli dvd-nya, katanya mungkin akan ditonton berulang-ulang, haha. But I don’t. Once is enough for me, and I still can remember every detail. So yes, I don’t need to watch that movie again.

Dan star trek yang baru. I agree, we agree, we was disapointed. It’s just not what we expected. Karena perbandingan kami dengan film star trek yang pertama. First star trek was good. We like it. Malah saya berencana beli dvd-nya, haha. I like first star trek. Tapi yang kedua ini engga banget. Dan ga masuk akal. Pertama kata dia, mr. spock ga seharusnya fight.. berantem habis-habisan. Itu cara fight ga elegan. Karena dia punya keturunan alien, and he’s smart. I mean, he is educated alien. So he’s supposed to fight elegantly. Setidaknya lebih menggunakan strategi, bukan fight fisik. Kedua, when captain jim kicked the core of the ship which has full of radiation.. Oh, come on.. don’t you think that it was out of logic? Lalu mr.vampire mencoba memberi analogi. For example, can you think if you kick the x-ray beamline which has full-radiation? Dan saya jadi semakin ilfil karena benar-benar terlihat gak masuk akal, haha. You know, it’s dangerous. Karena kalau memang itu high of radiation, pasti sebelum mendekat kita pasti sudah kena efeknya. Jadi gak sempat lah sampe nendang. Jangankan itu, masuk ke ruang NMR pun banyak syaratnya, tujuannya apa lagi kalau bukan melindungi tubuh kita.
But, the new khan.. yang diperankan sama benedict, he was nice. Honestly, karena dialah saya menonton ini..haha. Lalu, saya tidak suka dengan karakter captain jim. Beda dengan imajinasi captain jim di star trek pertama. Mr. Vampire doesn’t care about him, because he likes spock, haha. Yang jelas, saya setuju kalo star trek kedua ini gak elegan script-nya. Lebih banyak nekat, sedikit strategi. Lebih banyak action-nya. Maksudnya action kayak film action biasa jatuhnya. Bukan sci-fi. They are alien, out of space… They’re not supposed to fight like ordinary people. They are extra-ordinary. Maybe, we had too high expectation. Haha.

Itu lah yang kami bicarakan selaku komentator film amatiran, haha. Daripada ngobrol soal research, mending ngobrol soal film kan? Hehe.

~ Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s