Say hello to the stranger

Kadang… saya tidak tahu ini kebiasaan saya atau bukan… saya suka menyapa stranger. Apa yang membuat kami ingin bertegur sapa, karena sepertinya hati kami sudah terkoneksi, haha (bahasa apa itu). I mean, kami sepertinya punya chemistry, meski kita sama-sama tidak tahu nama kami. Yeah, I always know about the chemistry thing between people. Awalnya kami (stranger dan saya) saling melihat satu sama lain, dan bila mendekat kami sama-sama tersenyum ragu. Lucu ya..haha

Seperti tukang sepeda dekat rumah, dekat restoran india. Mungkin mereka tahu kalau saya bukan japanese, jadi awalnya bapak tukang sepeda itu melihat ke arah saya. Mungkin sebagian orang, tidak suka jika ditatap stranger dalam kurun waktu beberapa detik. Awalnya saya pun merasa aneh. Tapi karena saya sudah 5 tahun berstatus foreigner, itu sudah jadi hal yang biasa. Saya tau, mengapa mereka menatap kami.. itu tidak lain karena mereka tidak familiar dengan kita (dalam makna positif) dan ingin mengenal kita. Jadi ketika bapak sepeda itu melihat saya, saya pun melihat bapaknya dan dengan ragu saya tersenyum, hehe. Bapaknya ternyata membalas sapaan saya. Karena setiap minggu saya selalu melewati bengkel sepeda bapaknya untuk menyewa DVD atau pergi ke coffee shop atau ke restoran india, kami pun akhirnya saling bertegur sapa. Padahal kami tidak tahu nama kami satu sama lain.

Stranger lain, adalah seorang kakek-kakek (ini setahun yang lalu). Biasanya kalo summer, di pinggir-pinggir jalan dari rumah saya menuju lab, seseorang menanam sunflower banyaaaakk gitu. Suatu hari, saya ingin mengambil gambar sunflower tersebut dengan angle yang artistik (jadi fotografer ceritanya). Lalu seorang kakek-kakek menyapa saya, kakek tersebut merasa surprise karena saya suka sunflower. Kakek itu tersebut cerita kalau orang hanya suka sunflower karena ingin makan kwaci saja. Padahal sunflower itu salah satu bunga yang penting untuk Jepang, karena selalu menghadap matahari (Japan selalu menganggap matahari sebagai dewa kan?). Ya seperti itu cerita sampai lamaaa..dan akhirnya nyambung ke westernization, world war 1-2, entahlah..waktu itu bahasa Jepang saya tidak canggih-canggih amat. Jadinya cuma iya-iya doang, hehe. Sebenarnya saya penasaran juga dengan cerita world war, utamanya world war 2 versi orang Jepang. Karena Jepang secara langsung terlibat dengan world war.

Kejadian lain adalah, sewaktu ke klinik atau ke rumah sakit. Entah, setiap saya ke klinik, pasien yang datang ke klinik tersebut adalah obasan-ojisan (nenek-kakek). Kadang, seorang nenek tau-tau menyapa saya, “Sakit apa..” Lalu berlanjut pada interview ke saya, haha. Misalnya sekolah dimana (mereka menganggap saya masih sekolah.. sekolah looh! haha). Harusnya saya berbalik tanya si nenek sakit apa. Tapi saya sama sekali gak kepikiran karena saya terlalu fokus dengan jawaban-jawaban saya. Bayangkan harus menjelaskan penyakit saya dalam bahasa Japan! Haha, itu bukan daily conversation kan? Itu pake bahasa Jepang agak-agak ilmiah.

Ah, kenapa ojisan-obasan selalu menggunakan bahasa Jepang yang susah sih?

Dan… stranger paling cute yang pernah saya temui itu.. kemarin sewaktu di rental DVD. Anak itu memang kelihatan smart dan tidak pemalu. Awalnya melihat ke arah saya. Kadang anak kecil takut sama foreigner, karena dia pikir para foreigner adalah mahluk asing dari suatu planet, haha. Tapi anak perempuan usia sekitar 4-5 tahun ini sama sekali tidak takut.
Lalu dia menyapa, “sumimasen..”
Gila, anak kecil uda bisa ngomong pake sumimasen.
“Haik..” jawab saya menunduk hingga tinggi kami menyamai.
“Eeetoo neee…” Anak itu mengawali pembicaraan. “Saya ingin tau ini di pilem ini ada cerita usagi (=kelinci) apa tidak.”
Saya tersenyum. Lucu banget anak ini. “Hmmm…sumimasen, watashi wa wakarimasen (=I don’t know)”
Anak itu agak kecewa dengan jawaban saya tapi sepertinya tidak apa-apa, haha. Mungkin dia pikir saya adalah pegawai DVD ini. Tapi ternyata dia tanya ke semua orang, haha. Ada orang yang jawab, “saya bukan penjaga DVD ini, jadi saya gak tau.”
Lalu anak itu bertemu dengan saya lagi, dan saya antar ke penjaga DVD. Anak itu tersenyum melihat saya, mungkin dia pikir saya sudah familiar dengan dia. Sewaktu anak itu berhadapan dengan penjaga DVD, saya berbisik, “nani o shitai desuka?” (=what do you want?).
Anak itu dengan takut-takut bertanya pada penjaga tersebut, “Eeettooo nee… saya pengen tau ini ada cerita usagi-nya apa engga”.
Penjaga tersebut juga jawab hal yang sama, “cotto wakaranai…ne” (=I don’t know much).
Setelahnya anak itu mengikuti saya. Lalu anak itu berkata, “saya ingin mengembalikan DVD ini.”
Saya antar ke DVD anak-anak, “mungkin di daerah ini. inget gak?”
Dan tak lama anak itu berseru, “Yatta!” Artinya anak itu telah menemukan tempat seharusnya DVD itu disimpan. Lalu anak itu bilang, “Aku cari oto-chan (=ayah)”. Lalu dia bicara apaaa gitu dalam bahasa Jepang, saya tidak mengerti yang dia bicarakan.
Waduh, ini jangan-jangan anak ilang. Lalu saya bilang, “saya cuma bisa bahasa Jepang sedikit, jadi kalau berbicara pake bahasa jepang itu muzukashii (=susah). Biasanya saya pake eigo (=english). Eigo wakarimasu?”
Anak itu mengangguk lalu menjawab, “Eeetooo nee… watashi no eigo wa jyouzu jyanai desu.. (=My english is not good)”
Saya tanya, “nama kamu siapa?”
Anak itu, “orang-orang biasanya panggil saya siko-chan”.
I really don’t know what should I do. Karena ada anak kecil seusianya juga menghampiri dia. Saya pikir itu sodara-nya, dan mungkin uda bisa ketemu ayahnya. Mungkin ayahnya juga lagi nyariin dia sekarang.
So, akhir pembicaraan, “ok, saya mau ke sana dulu ya.”
Anak itu mengangguk.
“Daijyoubu?”
“Daijyoubu desu”.
“Ok..” saya berdiri. “Bye-bye”.
Anak itu menjawab, “Bye-bye”.
Hehehe.. Lucu ya. Bayangkan anak usia 4-5 tahun, biasanya pake bahasa Jepang yang tidak polite, dia bisa berbicara seperti bahasa Jepang orang tua, hehe.
Dan di kejauhan saya melihat anak kecil itu, siko-chan, bersama anak kecil yang saya anggap sodaranya berjalan menuju seorang laki-laki. Siko-chan bertanya, “aku cari oto-chan…”
Saya menelan ludah.
Dia ternyata bukan ayahnya. Jangan-jangan bener dia anak ilang.

~ Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s