Crystal man

Seperti yang pernah saya ceritakan, banyak post-doc yang bekerja di lab saya. Salah satunya, crystal man ini, begitu saya menyebutnya. Untuk urusan crystallography, saya dibawah bimbingan senior saya itu. Bidang yang saya pelajari untuk menyelesaikan phD saya ini, adalah bidang baru bagi saya. I’ve never do it before. Jadi sensei saya memberi saya…semacam private teacher gitu. Jadi saya bisa tanya apaaapun tentang research saya pada dia.

Biasanya untuk urusan diskusi research, saya memilih waktu malam… menjelang dia mau pulang. Karena senior saya itu super sibuk. Dari pagi jam 10 dia datang ke lab, sampe sekitar jam 9 malem, dia hampir menghabiskan waktunya di dalam lab. Break pun, hanya untuk makan… atau ngecek e-mail di komputernya. Selebihnya, out from his own desk.

Seperti tadi malam, saya datang ke lab crystal hampir jam 10 malam. Dan seperti yang sudah saya duga, dia uda bersiap-siap untuk pulang, komputer sudah dimatikan, dan tas kecilnya sudah dia ambil dari loker pria. Oiya, desk kami berada dalam 1 ruangan di lab crystal (karena di lab crystal ada 2 ruangan di lantai yang berbeda). And I interrupted him to discuss something about my research. I made he won’t go home, haha. So, we talked. About research… about lab… and about us. He is nice guy, funny, omoshiroi (=interesting). He always made me smile and laughed, even actually he is cool. Kalau berada diantara senior kami (karena dia termasuk junior post-doc) dia jadi cool-guy. Lalu kalo dia lagi sibuk kerja, tampangnya jadi serius sekali. Kadang serem juga ngeliatnya, hoho.

Kemarin setelah diskusi soal research, dia tanya kapan saya ambil cuti summer holiday. Saya bilang weekend 2 minggu lagi. Dia ketawa, dan seperti orang-orang lain bilang, “It’s not summer holiday, it’s weekend.” Dan giliran saya tanya, dia jawab kalau mau ambil cuti bulan september setelah progress report kami. Alasannya, “Kan bulan September uda gak panas banget. Tapi kalau Agustus panas banget, jadi enak kalo di lab… ngadem, ada AC-nya.” Lalu saya tanya, “Emang mau pergi-pergi ya?” Dia jawab, “Engga juga sih.. mau tidur sampe puas di rumah.” Hahaha.. lucu kan?

Crystal man itu.. masih muda kok, 32 tahun, single (ini gak penting sih sebenernya, haha). Dan dia orang Osaka aseli. Makanya kadang saya sering dikasih jokes osaka. Sering diajarin bahasa slank, bahasa lokal osaka. Katanya sudah hampir 10 tahun dia di lab crystal. Mulai dari undergraduate, master, phD, sampe sekarang post-doc. Waaah, sama kayak mr. vampire. Bedanya mr. vampire mulai master dan sudah 10 tahun di lab. Katanya (crystal man), sejak dulu… dia selalu dapat sample yang susah. Jadi selama 10 tahun, dia berhasil dapat 2 macam crystal. Sejak saat itulah I admire him, haha. Pasti skill crystallization-nya expert banget. He has a lot of experiences. Mungkin karena itu, sensei saya memberi saya crystal man sebagai private teacher. Senior saya (post-doc yang lain), juga sering kasih joke begini, “Dia itu sensei-mu ya?” Dan saya jawab, “Yes, he is my sensei.”

Dan kami juga sering… setelah diskusi kami selesai, dia membawa tas kecilnya, mematikan lampu ruangan kami, memindahkan magnet nama kami ke kolom “pulang ke rumah”, berjalan menuju loker sepatu sepatu kami, sambil masih mengobrol yang bukan obrolan eksperimen…. sampai akhirnya kami berpisah. Dia menuju tempat parkir dimana mobilnya berada, dan saya menuju lab lain untuk membereskan barang-barang dan mengambil tas bersiap pulang.

Lalu dia pamit, “kiotsuketene (=take care)… jangan pulang malem-malem.”

Dan saya jawab, “Otsukaresamadeshita.”

 

~ Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s