Reminder

Seminggu terakhir ini, entah kenapa saya seperti kembali diingatkan dengan pertanyaan rencana menikah. Padahal uda beberapa bulan ini tidak ada yang menyinggungnya. I told you many times… so far, I still don’t have plan yet. Awalnya anak-anak master student saling bertanya kapan akan menikah. Mereka cowo semua. Ada yang bilang, masih belum melupakan pacar terakhirnya… jadi untuk saat ini belum ada plan untuk menikah. Ada juga yang suka sama cewe, tapi cewenya gak suka. And me? When my turn came, as usual, I always answered… I don’t know. And I don’t wanna talk about my love story things. Just… don’t.

Lalu, kemarin sore… saya bertemu dengan teman saya orang India, my ex-class mate when we had japanese course. Kami sama-sama phD student and we used to talk in class.. about life, philosophy, many things. Dan kemarin sewaktu kami ketemu, dia cerita tentang dia akan conference di USA, tentang pressure phD student tentang research… Then he asked me how is going now. And I just answered, no changed… still waiting crystal, haha.  Mungkin dia berpikir, berbicara tentang research life wasn’t good idea. So he changed the topic. “When you will be married?” I laughed. What kind of question is it? Kemudian dia berkata, “Kalau uda phD biasanya akan susah nyari calon.. Uda ga punya temen lagi.” Hahaha, bener sih.. now my friends are limited. Many of them are married. Jadi inget film-nya Before Sunset, Celine bilang kalo, “All are married-man” (kalo gak salah gitu dia bilang). Haha.

Temen saya yang juga menanyakan hal yang sama. Kapan pulang, kapan nikah, dan lain-lain. See, what happened with people? Why are they asking the same question? By the way, sebenarnya temen saya ini juga mengalami nasib yang serupa dengan saya…haha. Hard-worker guy, single-man, and dunno with future things. Bedanya saya sekolah, dia kerja.

Terakhir… teman lama saya, mengirim pesan pada saya. “Tolong ingatkan lagi kenapa kita harus menikah.”

Dan saya jawab, “Karena kita butuh penerus yang akan mewariskan segala yang kita punya. Mewariskan ilmu, pengalaman, dan utamanya untuk meneruskan misi kita menjaga bumi. Tanpa nikah, gimana caranya dapat anak? Bisa saja sih adopsi, tapi seorang anak akan mendambakan keluarga ideal kan? Punya ayah misalnya.”

 

~ Adrianna

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Reminder

Seminggu terakhir ini, entah kenapa saya seperti kembali diingatkan dengan pertanyaan rencana menikah. Padahal uda beberapa bulan ini tidak ada yang menyinggungnya. I told you many times… so far, I still don’t have plan yet. Awalnya anak-anak master student saling bertanya kapan akan menikah. Mereka cowo semua. Ada yang bilang, masih belum melupakan pacar terakhirnya… jadi untuk saat ini belum ada plan untuk menikah. Ada juga yang suka sama cewe, tapi cewenya gak suka. And me? When my turn came, as usual, I always answered… I don’t know. And I don’t wanna talk about my love story things. Just… don’t.

(more…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s