Lab meeting

Biasanya orang jepang bilangnya zemi.. Ato seminar, tapi saya suka pake istilah lab meeting sejak dahulu kala, sejak saya sekolah di korea.. dan istilah ini hanya saya yang pake, haha. Kalo seminar itu imajinasi saya akan seperti conference and it’s too big for progress report lab, so I don’t wanna call that. So, jika saya berbicara dengan orang jepang mending pake bahasa jepangnya asli, kouhokukai.

Mungkin sudah saya mentioned sebelumnya kalau saya kerja di 2 lab berbeda dalan satu hari, tapi karena saya berada dibawah supervisor di lab crystal, maka saya hanya ikut lab meeting di lab crystal. Dan untuk lab yang satunya, I’m not attending every week, but I should have presentation once a year.

Di lab crystal ini…kalo bisa dibilang lab meetingnya kibishi (=strict). Tapi memang rata-rata lab meeting di institute saya begitu sih. Ada temen lain lab yang cerita kalo tiap lab meeting senseinya marah-marah mulu, ada yang selalu fight sama associate prof, ada yang sampe gebrak-gebrak meja.. but lucky me, saya tidak berada di lab seperti itu, hehe. Tapi banyak mahasiswa bilang sensei supervisor saya itu kowai (=scary) kalo menguji di forum seminar. Itu rahasia umum. Tapi..saya rasa masih wajar, gak terlalu scary seperti yang orang-orang bilang. Dan komentar orang-orang itu, “Karena kamu dibawah supervision beliau, jadi gak jahat-jahat banget ke kamu.” Tapi bukan begitu juga, mungkin karena sensei saya orangnya sangat perfectionist. So perfectionist. Kalau diskusi dengan beliau tentang crystal, beliau mempunyai standar yang tinggi. Kalo datanya kurang perfect, tidak segan-segan bilang yokunai (=not good). That’s good. I mean, dengan begitu hanya data bagus yang bisa kami publish, dan publikasi kami akan berkualitas tinggi.

Itu tadi tentang sensei saya. Beda lagi dengan postdoc di lab saya. Postdoc di lab crystal ada banyak. Kurang lebih 6 postdoc dan mereka lebih kibishi daripada sensei, apalagi kalo debat di lab meeting. Di lab juga mereka really hard worker. Dari pagi sampe tengah malam mereka menghabiskan waktu di lab. Bahkan weekend sekalipun. 4 dari 6 postdoc itu single, I mean not married yet. Jadi ga ada alasan untuk family time kan? Haha.

Dan…entahlah, lab meeting ini selalu membuat saya depressed. Bukan karena komentar-komentar sensei atau para postdoc, tapi lebih karena progress researchnya. Dari tahun lalu sampai tahun ini, saya masih melakukan hal yang sama, masih belum mendapatkan crystal, masih belum berhubungan dengan X-Ray, masih belum modelling chemical structure di komputer…masih belum apa-apa. Sedangkan yang lain mereka sudah dapat crystal, bolak-balik ke tempat X-Ray yang terbesar di Jepang, sudah dapat gambaran structure meski belum perfect. Padahal kami memulai di waktu yang sama. Kecuali research punya satu postdoc, crystal man. Dia sama kayak saya, haha.

Bukan hanya di Jepang, di Korea pun (ketika master student) lab meeting adalah salah satu pressure buat saya. Karena setiap minggu kami harus melakukan progress di project research kami, dan kami harus menyampaikan report setiap minggu hari senin. It means, I don’t have sunday holiday!

Yeah, maybe lab meeting hates me..haha

~ Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s