No anesthesia

Well.. Senin minggu lalu, akhirnya nginep di handai byoin (osaka univ. hospital). Padahal surgery schedule saya masih hari jumat-nya. Katanya sih takut saya ga dpt kamar, makanya masuk lebih awal.

Handai byoin ini termasuk the best RS di osaka… Dan bagi yang masuk sini juga diseleksi. Ga mau nerima kalo bukan penyakit serius. Katanya sih operasi yang saya alami termasuk surgery gampang, jadi harusnya ga perlu di handai byoin. Tapi karena mempertimbangkan saya ryugakusei (foreign student) dan saya mahasiswa di osaka univ., makanya pihak osaka univ mau menerima saya.
You know, staying in hospital, you will feel sick even you’re fine… And I feel the same.
Hari senin, schedule saya full di RS. Ada penjelasan tentang anesthesia (bius), dimana rencana saya akan mengalami general anesthesia, jadi akan dibius full dan akan bangun hari berikutnya. Saya bilang, I’ve got low blood pressure. Is it ok? It sounds like I’m lil bit worried, isn’t it? Kata dokter, kalo gak general anesthesia, akan terasa sakit banget. Lalu ada juga XRay check-up… tes CT scan… tes MRI. Alhasil saya bisa makan malamnya, haha. Aturan sebelum CT scan dan MRI itu gak boleh makan dan 2 jam sebelum tes, ga boleh minum air.
Hari selasa, baru saya ketemu dengan surgeon saya…dan beliau menjelaskan surgery plan. Jadi ternyata, diagnose saya adalah gall stone (batu empedu), bukan polyp seperti yang RS sebelumnya diagnose. Karena kalo dilihat hasil CT scan, MRI, dan echo… sesuatu yang ada di gallbladder (kantung empedu) saya itu bisa berpindah tempat. Dan katanya, biasanya paling cepet surgery ini gak sampe sejam.. 15-30mins. Paling lama bisa sampe 2-3jam. Tapi untuk kasus saya, akan memakan waktu 1.5jam.
Hari rabu, gak ada aktifitas apa-apa… Palingan anak lab pada dateng jenguk. Hari kamis, preparation for surgery. Uda ga boleh makan aneh-aneh, makan bubur, dan diinfus. Nervous? Of course. It’s first time I will have surgery. Actually, anesthesia… it made me nervous. Because I will not know anything… Time will be lost. Where my soul will go?
And…friday, I go to surgery room. Everything looks like on Grey’s Anatomy drama. The OR… Wastafel buat cuci tangan para surgeon… Dan kata-kata dari surgeon saya sebelum saya di anesthesia adalah, “Gambarimashoo” (=let’s do our best).
Selama surgery, saya ditungguin oleh sekretaris lab. Rencana awal 1.5 jam, tapi ternyata surgery berlangsung 3 jam lebih. Mulai dari 9:30 sampai 12:45. Dan beberapa saat setelah surgery, setelah saya ditempatkan di recovery room (ICU) saya disadarkan. Saya pikir itu sudah hari sabtu dan sekretaris lab masih pake baju yang sama, haha. Karena dalam memory saya, saya akan bangun hari Sabtu. Tapi ternyata itu masih hari jumat. Saya jadi mikir, ini saya yang salah denger saya akan bangun hari jumat…ato ada masalah? Saya ingin sekali tanya kenapa…tapi suara saya habis. Ya, efek tube (alat bantu pernafasan) yang dipasang pas surgery). Jadi orang-orang mikir, saya masih terkena efek anesthesia. Dan lama kelamaan…perut saya terasa sangat sakit. Scratch setelah surgery…bener-bener kerasa. Perih. Sooo pain. Itu tandanya efek anesthesia saya hilang. Saya masih gak paham, kenapa mereka membangunkan saya tidak sesuai rencana? No anesthesia, it’s really painfull. The nurse mengecek kondisi saya setiap 2 jam sekali. Terutama suhu badan tubuh dan blood pressure. Saya sempat melihat monitor buat jantung dan blood pressure, and I’ve got 60-40. Oh..it’s too low. Dan mungkin sebelum saya bangun, blood pressure lebih rendah daripada itu. Sejak itu, saya bisa menganalisa.. mungkin mereka membangunkan saya karena blood pressure saya too low.
Sewaktu surgeon saya datang, beliau cuma bilang, “Now you can wake up. How’s your feel?”
“Itai desu (=painfull). All of my stomach is painfull”
My surgeon said, “soka soka… (=I see)”. Tapi beliau masih belum menjelaskan apa-apa tentang proses surgery tersebut. Mungkin dijelaskan juga percuma kali ya, saya-nya masih fokus ke pain-nya, hehe.
And you know what, time is walking sooo slow. I couldn’t sleep. This painful made me couldn’t sleep. Then the nurse gave me pain killer. When I felt the pain, I asked the pain killer…everytime. Then the nurse said, you couldn’t have pain killer anymore. Oh..God. Can you imagine, pain and alone. Next to your bed, there are several patients with chemotherapies. I don’t like surgery. My first surgery…and it was pain. I don’t wanna have any surgery anymore. This pain…it’s enough.

20130715-134858.jpg

~Adrianna

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s