Life in Grey’s Anatomy

Hari ini… Autumn dan saya pulang cepet dari lab. Autumn tadi cerita, kalau dia sedang capek dengan kehidupan lab. Yah, jenuh itu wajar. And I think you need refresh your mind, Autumn… hehe.

Now my turn to tell my story. I will update my condition. It’s about my polyp gallbladder. Setelah saya dipindah ke rumah sakit lebih besar, akhirnya saya melakukan CT scan… dan hasilnya uda keluar. Sebelumnya saya akan review sedikit. Gallbladder itu dalam bahasa Indonesia adalah kantung empedu, tempat menyimpan cadangan kolesterol dalam tubuh. Jadi mekanismenya, kolesterol dalam tubuh kita akan diserap oleh empedu, dan jika kolesterol itu tidak dibutuhkan…kolesterol akan dikirim ke gallbladder (kantung empedu). Dan kolesterol itu akan dikeluarkan dari kantung empedu jika tubuh membutuhkan. Itulah gunanya kantung empedu, sebagai tempat penyimpanan. Akan tetapi, dalam kasus saya… ternyata ada polyp pada gallbladder. Diagnosa awal sih, polypnya ada di kulit luar kantung empedu saja. Jadi dengan CT scan, dokternya bisa tau butuh dioperasi apa tidak. Kalo dioperasi, akan dioperasi gimana…karena kalo jenisnya malignant (ganas) ato benign (jinak), ternyata posisi operasinya akan beda. Ternyata hasil CT scan menunjukkan bahwa polypnya ada di dalam gallbladder! Jadi dokternya gak tau itu polyp benign ato malignant. Jadi harus dilakukan tes. Sebenarnya bisa dilakukan tes tanpa operasi, tapi posisi gall bladder itu berada di dekat liver, jadi akan membahayakan livernya. Jadi jalan terbaik adalah…gallbladder mau diambil. Di-remove. I will have surgery! Jadi rencana dokternya, setelah gallbladder diambil, polypnya akan dilakukan tes. Kalo itu benign, akan dibiarkan. Tapi kalo itu malignant, saya akan mendapat surgery kedua. Jadi surgery kedua akan dibersihkan bagian saluran empedu, atau saluran yang berhubungan dengan gallbladder itu. Jadi mungkin perut saya akan dibuka sedikit.
Gall bladder saya…memang harus diambil, demi keamanan juga. Karena ukuran gallbladder itu kecil, sedangkan ukuran polyp saya sudah lebih dari 1 senti (mungkin uda hampir 2 senti?). Saya gak merasa ada symptoms sakit atau gimana. Justru kalau saya sudah merasa sakit, itu yang bahaya. Karena mungkin penanganannya akan lebih serius.
Efeknya… Kalau gallbladder saya diambil, of course saya tidak akan lagi memiliki tempat penyimpanan kolesterol dalam tubuh. Itu artinya, saya harus diet ketat. Tidak boleh lagi mengkonsumsi makanan berkolesterol. Meski fungsi kantung empedu itu tidak terlalu penting dalam tubuh, tetapi kalau kita menghilangkan bagian itu…tetap saja akan berpengaruh bagi tubuh kita. So, if you still have complete organs in your body… you’re lucky🙂

By the way… saya jadi merasa seperti di serial Grey’s Anatomy…haha

~Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s