Time does fly

2 weeks without weekend, it made me really exhausted. Beberapa weekend lalu, saya harus presentasi research dengan student dari univ Taiwan, berkunjung ke salah satu tempat sightseeing di Japan untuk meng-guide mereka, lalu weekend sabtu kemarin seharian arrange data-data dan sedikit experiment. So, I had my really weekend on last sunday. Dan itu bener-bener seharian di rumah. Do you know what I did? Just sleep! Oh, I also couldn’t believe that. Late woke up, afternoon extra-sleep, feel sleepy the whole day, early night-sleep… and I did. You know what, I don’t like sleep. Jadi minggu kemaren itu saya merasa jadi orang useless aja. Of course, I couldn’t clean my house. Jadi saya cuma nge-laundry baju-baju kotor saja. See, 2 weeks without weekend made me so exhausted.

Kayaknya Autumn juga mengalami hal yang mirip. Saya lihat beberapa foto-fotonya, dan ada tanda-tanda lembur pas weekend! See, pas weekend loh! Is it true, Autumn?

Entah mengapa, bagi kebanyakan phd student (particularly here)… Lembur experiment itu lebih kepada kebutuhan diri sendiri. Bukan lagi karena pengaruh sensei atau senior. Beberapa waktu lalu, ada semacam seminar untuk phD student 2nd grade. Jadi di graduate of science khususnya di biology, ada program diskusi research kami masing-masing…ada yang presentasi, ada yang mengomentari, gak ada professor, cuma student aja, tapi kami dapat credit. Waktu dan tempatnya pun diatur oleh kami sendiri. Cuma pesen professor kami…kalo mengomentari tidak hanya meng-kritik, tapi at least kasih ide, mengkritik dan ikut memberikan solusi. Karena kami adalah mahasiswa phD, katanya. Dan setelah acara seminar, saya kembali ke institute. Ada 1 japanese phD student yang satu gedung dengan saya dan akhirnya untuk ‘killing time’ selama perjalanan, kami ngobrol panjang lebar tentang kehidupan kami. Ya, gak jauh-jauh dari cerita seputar apa yang dialami phD student…haha.

Dia cewe dan seumuran dengan saya.
“Kamu pulang jam brapa biasanya?”tanya saya
“Jam…12an”jawabnya. “Kamu?”tanyanya ke saya balik.
“Sekarang saya berusahaaa banget datang pagi jam 8-9…trus pulang agak sorean. Jam 9-10 uda balik.”
“Wuih, pagi banget..aku datang biasanya jam 10-11 pagi.”
“Ya sama aja sih, we’re having work almost 12 hours everyday. Ishogashi desu ne…”
“Yeah, we’re busy.”
“Maybe PhD students deserve to be busy.” tambah saya.
“Specially in our research center”
Hahaha. Kami berdua tertawa.
“Tapi waktu master student saya pulang lebih telat…jam 1-2 midnight. Dan sekarang saya gak mau pulang larut kayak dulu.” Saya bercerita.
“Samaaa… saya juga sekarang balik lebih awal daripada master student dulu.”responnya.
“Yeah, it was…” Tambah saya dengan menekan kata ‘was’ yang menunjukkan kalau itu past tense. “Lalu weekend kamu ke lab juga? Saya ke lab cuma sabtu atau minggu. Jadi ada waktu 1 hari cuma ada di rumah aja, buat bersih-bersih… At least break dari sesuatu yg berhubungan dengan lab.”
“Kalo saya sabtu-minggu masih ke lab, tapi datangnya lebih siang dan pulang agak awal, hehe.”
Yah begitulah kehidupan phD student di sini. Lab life…is being the most important thing in our life. And I don’t know since when it was happened. Gradually, in my mind… I’m just thinking about my work and my self. About my self thing… is very simple… just how to refresh my mind from my work, or how to spend my leisure time when I break from my routine work. Paling ya bersih-bersih rumah, nonton film, tidur, pergi… simple kan? haha.

“So… do you have plan to marry?” tiba-tiba dia tanya pertanyaan seperti itu.
“Heh? Of course…everybody wants to marry…haha.”
“When will you marry?” tanyanya lagi.
“Hmmm…. itu dia. Saya juga gak tau..haha. Lah sekarang lagi jadi phD student gini…gimana mau nikah?”
“Hmm..tapi kalo nunggu lulus, mau umur berapa kita nikah? Sekarang uda umur berapa…lulus umur berapa?”
Dan kami berdua tertawa.
Itulah. Saya juga belum tahu. Belum ada plan. And… I just don’t know. So, if you ask me the same question with hers, I just can answer…”I don’t know”.
Semua di dunia ini…penuh dengan pilihan, and instead of the option..we also have sacrifice. Saya sekarang memilih hidup dengan science dan lab life. Dan saya tahu, resikonya adalah…my wedding will be coming late. It’s part of sacrifice.
“Makanya itu..sekarang saya pulang dari lab lebih awal, belajar memperbaiki kualitas hidup…kerja di lab pagi, sore uda slese dan pulang lebih awal.”sahut saya tiba-tiba. “Coba kalo saya pulang ke lab midnight terus..weekend saya ke lab.. Ga bisa nikah dong nanti. Suami kita nanti protes kalo sering ke lab terus. Iya kan?”
“Iya ya…hahaha.”

Yes, time is running so fast. It’s my time to have a husband. When I log in to fb, it’s like… I come to a new world by time machine. Everybody has a new family.. And me? I’m the same person. Not changed.

Time is scary. Time is… I couldn’t make it stop for a while. I’m afraid, because it’s hard to reach it and I almost lost it. Time does fly and we’re getting older… It’s so fast. Too fast.

This circumstance is like… in “Everybody’s changing” song, by. Keane

~Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s