Many happy returns

Setelah sekian banyak komentar dari senior tentang proposal research, they finally said, “Now, it’s better than before.”
Hahaha.
Sedikit merasa lega. At least, saya bisa segera menyerahkan tulisan yang “layak” pada sensei-sensei untuk direvisi. Tinggal sedikit lagi polesan pada tulisan saya ini.

As usual, morning coffee always helps me to make my day. Akhir-akhir ini saya punya cara baru untuk morning coffee saya. Dekat gedung tanpaku-ken, ada convenient store baru yang dibuka. Di sana ternyata jual black coffee blend 100 yen untuk regular cup, murah kan? Awalnya saya nyoba saja, karena ini “black coffee” dan “still warm and fresh”. Toh kalo ini bukan black coffee style saya, ya besok-besok kagak usah beli lagi. As I said before, I can distinguish which is good coffee and not. And, kopi 100 yen ini lumayan. Kerja caffeinne-nya lumayan soft dan tahan dari pagi sampai sore. Buktinya saya bisa fokus dan sorenya proposal bisa kelar. Jadi malemnya saya bisa belajar yang lain.

20130429-011424.jpg

Afterwards, before doing another work, I had a break. Time for enjoying sunset. The sky was clear, not cloudy.. and it’s little bit warm outside. I like to see sunset, I like sky either. Dan sunset kali ini, diikuti dengan komet Panstarrs yang melintas di arah barat. How a beautiful is it. Sayangnya.. he’s busy with his research, so I couldn’t show the comet to him. He likes sunset, and sometimes he tries to recognize the sky. He always open his window to see sunset while he’s doing the experiment. Before time, I had been show him jupiter and mars. And I like to see his expression when he was amazed..hehehe.

20130429-010628.jpg

Malamnya…
Autumn said today is her birthday!
April, 25th.
Otanjoubi omedetou! Semoga kita bisa menjelajah coffee shop di seluruh dunia, bukan lagi skala di jepang..haha.
“By the way, kalo boleh tau lahir taun berapa sih?” tanya saya penasaran. Karena feeling saya sih kami seumuran.
“hatchi-ju-roku.”
Tuuuh, apa saya bilang..kami seumuran! Hahaha. Yeah, at least…kondisi psikologi kami gak jauh bedalah..haha.
She also mentioned about her boyfriend, “Tapi pacar saya umur 39 loh.”
Saya terdiam.
Bukan kaget karena jarak umur mereka sangat jauh, bukan merasa “weird” dengan hubungan mereka, tapi…
“Saya juga lagi deket dengan pria yang jauh lebih tua dari saya, mirip kalian.” jawab saya. “Tapi saya gak serius kok, bukan boyfriend. Just for fun.”
Kenapa bisa sama ya? Autumn and me… sampai kondisi yang se-privasi ini pun mirip. Jadi kayak mirror gini, haha.
“Enaknya kalau punya pasangan yang lebih tua dari kita, meski kita childish.. that’s ok, kan emang usia kita lebih muda.”
Yeah, true… and he will understand us.
Anyway, many happy returns to you… Dear Autumn🙂

~Adrianna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s