Rain drop keep fallin’ on my head

Sekitar jam 10 malam…

Saya baru bisa keluar dari lab dengan menyisakan kerjaan-kerjaan untuk esok harinya.
Saya berjalan perlahan menuju apato. Sudah lama saya membiarkan sepeda saya menganggur di rumah. Mr.vampire selalu bertanya, kenapa saya tidak lagi memakai sepeda. Dan saya selalu jawab, “I like to walk.” While I’m walking, I’m usually thinking.. think everything I want.

Seperti saat ini… dan sountrack lagu dari ipod playlist kali ini adalah “How to save a life” by The Fray.
Yeah, it’s my song now..and I don’t have idea how to save my life. I think, it’s not too big deal, I’m just tired.

Hari ini.. kemarin.. beberapa hari yang lalu.. I have deadline, many deadlines. Mungkin bener, phD student is always haunted by deadline, haha. Harus membuat beberapa proposal research untuk men-submit scholarship… Belum lagi experiment yg harus dikerjakan karena sample saya tidak begitu stabil kalau disimpan terlalu lama. Resikonya sample akan rusak dan harus mengulang dari awal. It means my sample could not live without me..haha. Kalau saya experiment, ditagih proposal.. Kalau sibuk bikin proposal, ditanyain kabar data experiment. Atau… at least saya yang jadi kepikiran. Kalau saya memilih experiment, pikiran saya melayang pada deadline proposal dan gak fokus pada experiment. It’s more dangerous. As I said before, I couldn’t do both in the same time! Intinya, harus pinter menentukan prioritas kerjaan.

20130428-233657.jpg

Dan saya memilih untuk menyelesaikan proposal research terlebih dahulu, baru kemudian saya fokus dengan experiment. Maka dari itu as soon as possible…sebisa mungkin proposal ini harus selesai dalam waktu singkat, dan tentunya dengan kualitas terbaik. Karena ini adalah proposal penting, sangat penting malah, menyangkut hidup saya tahun depan. Masalahnya sekarang, semakin saya mem-pressure diri saya dengan target seperti itu, sometimes I feel stuck, apalagi tanpa bantuan caffeinne, seperti malam ini.

Today… Well, I’m tired. Banyak komentar senior-senior tentang proposal saya yang tidak layak, atau sample experiment saya yang tidak layak untuk dijadikan crystal. Everything is not worthy, even I did my best..so hard.

And, I think.. little bit sensitive. I don’t like the way he looks like know me so well. Mr. Vampire told the juniors how’s my research going on. Just that..haha. Tapi, kadang kita juga merasa.. ada beberapa orang yang tidak perlu tau tentang masalah yang kita alami kan? But, yeah..welcome to japan. Inilah japanese people. Mereka sering mengambil topik “someone’s things” untuk topik pembicaraan mereka. If you don’t like their habit, just don’t care.

Whatever.
Setelah memesan bento untuk makan malam di hoka-hoka bento dekat rumah, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju apato. Tapi..tiba-tiba hujan turun, bersamaan dengan lagu “rain drop keep fallin’ on my head” di ipod playlist. Perasaan tadi pagi kata weather forecast ga ada tanda-tanda hujan, tapi emang siang tadi humidity agak tinggi, kayak mau turun hujan. Sekali lagi, I don’t care.. Saya tidak berusaha mempercepat jalan saya karena saya tidak membawa payung, dan membiarkan hujan membasahi baju saya, toh bentar lagi sampai. Sambil menunggu traffic light berwarna hijau, saya mengamati rintik hujan dari bawah lampu jalanan kota. Saya tersenyum dan menikmati pemandangan itu. It’s beautiful view, really. Dan..suasana mendadak jadi “blue”, saya pun menikmatinya, mendramatisir..haha.

Sesampai rumah, saya mendapat pesan melalui messager smartphone. Autumn.
“Eh, minggu depan katanya golden week ya?” tanya Autumn.
“Iya, mulai senin minggu depan libur.. Lalu selasa masuk, jumat-sabtu-minggu-senin libur lagi.” sambil mengirimkan foto kalender jepang saya.
“Waah, travelling yuuk.”
Saya berpikir. Iya, ini benar-benar kesempatan bagus travelling, kapan lagi ada tanggal merah sebanyak ini…makanya orang jepang menyebutnya “golden day”. Tapi..mana bisa liburan dengan keadaan begini? Proposal research.. Experiment.. (sigh).
“Hmm, kayaknya saya gak bisa ninggalin osaka.. Ato gimana kalo kamu datang ke Osaka?”
“Boleeh..”
“Uda pernah kemana aja di Osaka? Pernah ke Kyoto?”
“Belum pernah kemana-mana.”
“Ok..kalo gitu. Kyoto deket sama Osaka, tinggal naik chikatetsu (subway) doang.”
“Nanti kita juga berburu coffee shop.”
“Haha. Hmm, kayaknya asik juga ke osaka-kyoto.”
“Iyaa..”
Hehe, saya jadi senyum-senyum sendiri. Berkhayal tentang hunting coffee shop di Japan, target impian kami.

“So, jadinya kapan mau ke Osaka?”

 

~ Adrianna

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s