science core style

Di department of biology ini, ada program namanya science core. Ini maksudnya para graduate student melakukan presentasi tentang researchnya tanpa ada sensei. Jadi antar mahasiswa aja gitu, membuat suasana menjadi scientific discussion lah maksudnya ya. Kalo master student sih wajib ikut ini, tapi kalo phd student sebenarnya gak wajib juga sih, creditnya juga gak masuk dalam ijasah kelulusan nanti. Tapi sensei mengharapkan kegiatan ini masih berjalan. Jadilah kami mengikuti science core ini.

Continue reading

reading book target

Inilah salah satu keistimewaan lab kami, crystallography. Kami tahu bahwa crystallography adalah cabang ilmu baru, sebenarnya gak baru juga sih… tapi di dunia lagi nge-trend aja. Banyak paper dengan impact factor tinggi yang mempublish functional structure dari crystallography. Karena aplikasinya, bukan hanya kita bisa mengetahui struktur kimia dari protein, RNA, bahkan DNA… tapi kita juga bisa mendesain obat dari belajar struktur kimia! Dan tidak semua orang mendalami teori crystallography. Saya saja baru tau ada crystallography sekolah phD di Japan. That’s why, sensei provides us a class to us, for learning crystallography.

Continue reading

not to cure (yet)

Beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan radio (I like to listen radio!). Acaranya seperti biasa, semacam talk show gitu. Dan temanya adalah tentang alzheimer. Jadi radio ini mengundang dokter dari neuroscience untuk membahas tentang penyakit pikun. Dokter neuroscience ini bercerita, “Inilah salah satu alasan mengapa saya belajar tentang neurosciece. Karena saya dari keturunan alzheimer. Benar sih, keluarga saya hidupnya lama… sampai umur 90-100 tahun. Tapi beliau-beliau mengidap alzheimer, jadi sengsara juga hidupnya.”
Continue reading